Wednesday, April 28, 2010

Tugas Proposal Metode Penelitian Sosial

PENGARUH KEKUATAN PERSUASI MEDIA MASSA TERHADAP FENOMENA DEMAM MENJADI IDOLA PADA MAHASISWA KOMUNIKASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (UMM)

A. Latar Belakang Masalah

Sebagai salah satu elemen yang tidak dapat terpisahkan dalam dunia modern, media saat ini telah menjadi instrumen paling penting dalam memberikan mimpi bagi sebagian besar orang untuk menjadi populer secara instan dalam waktu singkat. Masih segar dalam ingatan ketika ajang Akademi Fantasi Indosiar muncul untuk kali pertama, disusul Indonesian Idol, dan lain sebagainya. Saat ini, acara yang serupa pun masih tetap ada dengan varian yang semakin banyak. Media dalam hal ini turut andil dalam menyebarkan demam ajang pencarian bakat, lihat saja betapa orang berbondong-bondong datang dan mendaftar dalam berbagai ajang tersebut.

Tentu saja media tidak hanya berperan membuat orang terkenal dalam berbagai kontes, bahkan dalam yang ‘menguras air mata’ pun media turut ambil bagian. Media menjadikan kisah sedih hidup seseorang menjadi suatu komoditas jual yang laris dipasaran, di mana terdapat berbagai acara yang menjadikan air mata dan kehidupan sedih yang terlalu didramatisasi sebagai nilai jual. Acara seperti Kejamnya Dunia menjual tragedi drama kehidupan manusia, maupun acara Termehek-mehek yang menjual kisah sedih percintaan. Tentu saja komersialisasi air mata tidak selalu berkaitan dengan acara yang ‘menyedihkan’, namun juga dalam acara yang ‘menggembirakan’. Ketika salah satu peserta AFI dieliminasi, media menjadikan air mata yang keluar sebagai nilai tambah acara tersebut, demikian pula ketika seorang perempuan dinobatkan sebagai Putri Indonesia, air mata pun kembali menjadi komoditas utama. Media dalam hal ini berperan sebagai pisau bermata ganda, di satu sisi media menjadi jalan bagi semua orang untuk menjadi idola dalam waktu instan, namun di sisi yang lain acara tersebut pun, tidak dapat dipungkiri, memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Demam menjadi idola telah berlangsung di Indonesia cukup lama, hanya saja gaungnya sangat terasa dalam enam tahun ke belakang. Ketika Akademi Fantasi Indosiar untuk kali pertama muncul, ribuan orang dari berbagai profesi dan tingkatan umur menyerbu Indosiar, demikian pula ketika Indonesian Idol dilaksanakan untuk musim pertama. Ajang pencarian bakat memang bukan hal baru, sebelumnya telah kontes-kontes yang sama. Asia Bagus misalnya, berhasil menelurkan Krisdayanti sebagai salah satu pemenang dan tetap eksis hingga saat ini.

Negara Indonesia boleh jadi merupakan negara yang memiliki media massa yang sangat kreatif ketimbang negara Asia lainnya. Media di Indonesia memiliki kebebasan untuk menciptakan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk kepentingan media itu sendiri, meskipun dalam banyak hal mereka pun seringkali mengatasnamakan masyarakat luas. Begitu luasnya pengaruh media di masyarakat sehingga dapat dipungkiri bahwa media telah menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur media menyuguhkan berbagai varian acara melalui berbagai medium, apakah itu televisi, radio, surat kabar, majalah, dan lain sebagainya. Sebagai bagian integral dalam kehidupan masusia modern, media turut serta dalam berbagai usaha menyampaikan informasi, bahkan media telah bertindak lebih jauh, media menjadi penghantar paling baik dalam menyebarkan “demam” di masyarakat.

Kasus ‘demam jadi bintang’ adalah salah satu kasus yang paling baik yang dapat dilihat, betapa media telah menjadi penghantar yang sangat sempurna dalam menyebarkan demam idol tersebut. Demam itu tidak hanya menyebar di wilayah perkotaan besar, namun juga di kota-kota kecil hingga ke pelosok pedalaman dan desa terpencil. Media merupakan wahana penyampaian informasi yang luar biasa luas dan dapat diakses oleh siapapun, tentu saja dengan satu syarat bahwa sarana penyebarannya sudah dapat dijangkau. Rasanya sulit menemukan satu wilayah yang sepenuhnya terisolir dari media, terutama televisi.

Media memberikan jalan yang sangat luas bagi siapapun untuk menjadi orang terkenal, tidak peduli apa jenis kelamin anda, berapa umur anda, atau bagaimana kondisi anda saat ini. Berbagai acara ajang pencarian bakat memang memberikan jalan bagi setiap orang untuk mencapai impiannya, namun bagaimana dengan mereka yang secara fisik ‘tidak sempurna?’, media pun memberikan jalan bagi orang-orang semacam ini. Pernah kah merasa tersentuh ketika melihat acara Jalinan Kasih atau Kejamnya Dunia? Media memiliki peran yang luar biasa yang membuat mereka menjadi artis mendadak dengan penampilan yang riil. Terlepas dari fakta bahwa mereka bukan lah golongan yang beruntung atau berlimpah secara materi, namun media menjadikan kisah sedih hidup mereka sebagai komoditas jual.

Air mata memang medium yang menarik sebagai salah satu komoditas jual yang luar biasa. Ketika Nania dinyatakan harus kalah dari Delon dan Joy semua pendukung Nania menangis, meskipun Nania tidak lah secara dramatis menangis berderai air mata di panggung, namun aura kesedihan memang menyeruak hebat. Indra Lesmana bahkan secara pribadi menyatakan akan membuatkan satu lagu untuk Nania, terlepas dari motif di balik tindakan tersebut, namun setidaknya Indra berusaha mengurangi kesedihan Nania. RCTI sebagai penyelenggara memang agak mendramatisir kekalahan Nania, tiba-tiba dalam waktu satu minggu Nania telah menjadi selebritis baru, dirinya masuk dalam acara infotainmen dan menjadi perbincangan banyak orang.

Tingkah laku penggemar yang menangis ketika jagoannya tersisih atau bahkan menang tidak hanya terjadi di Indonesia. Ketika David Cook dinyatakan sebagai pemenang American Idol mengalahkan David Archuleta, semua orang menangis, baik pendukung Cook dan Archuleta menangis, meskipun dengan alasan yang berbeda. Air mata telah berubah menjadi komoditas penting yang membuat ajang pencarian bakat lebih menarik untuk disaksikan. Saya pun menyadari betapa hambarnya acara ini jika tanpa diiringi oleh drama, air mata, dan isak tangis; justru hal ini lah yang membuat acara ini disebut reality show, sebuah acara yang mempertunjukkan realitas sebagaimana adanya.

Dari latar belakang masalah di atas, penelitian ini sangat diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh kekuatan persuasi media massa terhadap fenomena demam menjadi idola yang sedang melanda tidak hanya generasi muda saja tetapi semua generasi.

B. Rumusan Masalah

1. Adakah pengaruh kekuatan persuasi media massa terhadap fenomena demam menjadi idola pada mahasiswa komunikasi UMM?

2. Sejauhmana pengaruh kekuatan persuasi media massa terhadap fenomena demam menjadi idola pada mahasiswa komunikasi UMM?

C. Tujuan

1. Ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh kekuatan persuasi media massa terhadap fenomena demam menjadi idola pada mahasiswa komunikasi UMM.

2. Ingin mengetahui sejauhmana pengaruh kekuatan persuasi media massa terhadap fenomena demam menjadi idola pada mahasiswa komunikasi UMM.

  1. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian adalah follow up penggunaan informasi yang tertera dalam kesimpulan (Dhofir, 2000:21).

Dari setiap penelitian yang dilakukan dipastikan dapat memberi manfaat baik bagi objek, atau peneliti khususnya dan juga bagi seluruh komponen yang terlibat didalamnya. Manfaat atau nilai guna yang bisa diambil dari penulisan proposal penelitian sosial ini adalah :

  1. Segi Teoritis

a. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam disiplin ilmu komunikasi.

b. Untuk memperkuat teori bahwa kekuatan persuasi media massa dalam efek pengaruh media massa sangat mempengaruhi audience.

  1. Segi Praktis

a. Dengan adanya penelitian ini diharapkan audience terutama mahasiswa komunikasi dapat menyaring efek dari persuasi media massa yang sangat kuat pengaruhnya khususnya pada fenomena demam menjadi idola.

b. Hasil dari Penelitian ini dapat memberikan pemahaman bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang tentang kebiasaan efek dari persuasi media massa terhadap fenomena demam menjadi idola sehingga mereka mampu untuk melihat realita yang ada.

c. Sebagai bahan munaqosyah dan bahan dokumen untuk penelitian lebih lanjut.

  1. Tinjauan Pustaka

Untuk mempelajari media massa khususnya kekuatan persuasinya, harus diakui bahwa peran gatekeeper sangatlah vital dalam melayani konsumennya. Faktanya, media massa muncul untuk meyakinkan tingkah laku, nilai dan maksud pengirim adalah kepentingan lebih besar daripada penerima. Dalam literature komunikasi massa terdapat teori yang disebut teori jarum hipodermik (hypodermic needle theory) atau teori peluru (bullet theory). Teori ini mempunyai pengaruh yang sangat kuat yang mengasumsikan bahwa para pengelola media dianggap sebagai orang yang lebih pintar dibanding audience. Akibatnya, audience bisa dikelabui sedemikian rupa dari apa yang disampaikan media massa.

Teori ini mengasumsikan media massa mempunyai pemikiran bahwa audience bisa ditundukkan sedemikian rupa atau bahkan bisa dibentuk dengan cara apapun yang dikehendaki media atau dengan kata lain audience dianggap pasif. Intinya, sebagaimana dikatakan oleh Jason dan Anne Hill (1997), media massa dalam teori Jarum Hipodermik mempunyai efek langsung “disuntikkan” ke dalam ketidaksadaran audience.

Berbagai perilaku yang diperlihatkan televisi dalam adegan filmnya member rangsangan masyarakat untuk menirunya. Padahal semua orang tahu bahwa apa yang disajikan itu semua bukan yang terjadi sebenarnya. Akan tetapi, kerena begitu kuat pengaruh televisi, audience tidak kuasa untuk melepaskan diri dari keterpengaruhan itu. Jika dibandingkan dengan media massa lain, televisi sering dituduh sebagai agen yang bisa mempengaruhi lebih banyak sikap dan perilaku audiencenya.

- Dalam melakukan kegiatan komunikasi, seorang komunikator yang melakukan kegiatan persuasi (bujukan) dan sering dikatakan bahwa sebetulnya kegiatan komunikator ketika menyampaikan pesan itu sama dengan kegiatan pembujuk atau persuader. Artinya, bagi pemberi pesan melakukan persuasi tersebut merupakan tujuan dari proses komunikasi yang dilakukan dan persuasi (komunisuasi) itu merupakan proses belajar yang bersifat emosional atau perpindahan anutan dari hal yang lama ke hal yang baru melalui penanaman suatu pengertian dan pemahaman. Menurut Otto Lerbinger di dalam bukunya Design for persuasive communication, ada beberapa model untuk merekayasa persuasi, antara lain sebagai berikut.

a. Stimulus respons

Model persuasi ini cara yang paling sederhana, yaitu berdasarkan konsep asosiasi. Misalnya jika seseorang selalu kelihatan berdua terus-menerus sepanjang waktu dan satu saat hanya terlihat sendiri, maka orang lain akan merasakan ada sesuatu yang kurang lengkap dan sudah dipastikan orang akan bertanya ke mana temannya itu. Melalui slogan atau magic word tertentu dalam iklan seperti kata-kata “three in one”, orang akan ingat pembatasan penumpang minimal tiga orang dalam satu mobil ketika melewati Jalan Protokol, Jalan Tamrin, dan Jalan Sudirman, Jakarta pada jam tertentu.

Oleh karena itu, untuk mengingatkan orang, kata-kata populer “Three in one” tersebut digunakan pada produk shampoo, Dimension.

b. Kognitif

Model ini berkaitan dengan nalar, pikiran dan rasio untuk peningkatan pemahaman, mudah dimengerti, dan logis bisa diterima. Dalam melakukan persuasi pada posisi ini, komunikator dan komunikan lebih menekankan penjelasan yang rasional dan logis. Artinya, ide atau informasi yang disampaikan tersebut tidak bisa diterima sebelum dikenakan alasan yang jelas dan wajar.

c. Motivasi

Motivasi yaitu persuasi dengan model membujuk seseorang agar mau mengubah opininya atau agar kebutuhan yang diperlukan dapat terpenuhi dengan menawarkan sesuatu ganjaran tertentu. Dengan memotivasi melalui pujian, hadiah, dan iming-iming janji tertentu melalui berkomunikasi, maka lambat-laun orang bersangkutan bisa mengubah opininya.

d. Sosial

Model persuasi ini menganjurkan pada pertimbangan aspek sosial dari publik atau komunikan, artinya pesan yang disampaikan itu sesuai dengan status sosial yang bersangkutan sehingga proses komunikasi akan lebih mudah dilakukan. Misalnya, kampanye iklan mobil mewah lebih berhasil kalau menonjolkan sesuatu yang “prestise” daripada menampilkan kelebihan mesin dan irit bahan bakarnya karena konsumen berduit lebih memperhatikan penampilan status sosialnya.

e. Personalitas

Model persuasi di sini memperhatikan karakteristik pribadi sebagai acuan untuk melihat respon dari khalayak tertentu.

- Fenomena dari bahasa Yunani; phainomenon, "apa yang terlihat", dalam bahasa Indonesia bisa berarti:

1. Gejala, misalkan gejala alam

2. Hal-hal yang dirasakan dengan pancaindra

3. Hal-hal mistik atau klenik

4. Fakta, kenyataan, kejadian.

- Menurut kamus idola berasal dari kata Bahasa Inggris idol yang artinya ialah berhala, atau patung.

- Mengikut takrifan kamus Oxford (Edisi ketiga 2001), IDOL dalam bahasa Inggris idola membawa maksud patung; berhala; pujaan; orang atau benda yang terlampau disanjung. Dalam konteks pengunaan, perkataan ini lebih sesuai menjurus kepada pemujaan benda, patung atau berhala.

F. Hipotesis

Karena masalah yang diteliti ini merupakan usaha untuk mencari ada tidaknya pengaruh, maka ada dua hipotesis yang muncul, yakni :

- Hipotesis kerja (H0) :

Adanya pengaruh kekuatan persuasi media massa terhadap fenomena demam menjadi idola pada mahasiswa komunikasi UMM.

- Hipotesis nihil (H1) :

Tidak ada pengaruh kekuatan persuasi media massa terhadap fenomena demam menjadi idola pada mahasiswa komunikasi UMM.

  1. Ruang Lingkup Penelitian

1. Ruang Lingkup Materi

Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah pengaruh kekuatan persuasi media massa terhadap fenomena demam menjadi idola pada mahasiswa komunikasi UMM.

Maka untuk mempermudah penulis dalam membahas penelitian ini, perlu kiranya penulis membuat batasan ruang lingkup materi. Adapun permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini adalah terdiri dari dua variable, yakni :

· Variabel X : Kekuatan persuasi media massa

· Variable Y : Fenomena demam menjadi idola pada mahasiswa komunikasi UMM.

2. Ruang Lingkup Subjek

Subjek penelitian adalah sesuatu yang menjadi kajian pokok penelitian. Maka dari ini yang menjadi subjek adalah mahasiswa komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Ruang Lingkup Lokasi

Lokasi adalah tempat sesuatu berada. Maka dalam hal ini adalah tempat subjek berada. Jadi lokasi penelitian ini adalah di FISIP Universitas Muhammadiyah Malang.

4. Ruang Lingkup Waktu

Waktu adalah masa kapan terjadinya sesuatu. Dalam hal ini waktu penelitian adalah pada tahun 2010.

  1. Metode Penelitian

1. Rancangan Penelitian

Dalam kegiatan penelitian, kerangka atau rancangan penelitian merupakan unsur pokok yang harus ada sebelum proses penelitian dilaksanakan. Karena dengan sebuah rancangan yang baik pelaksanaan penelitian menjadi terarah, jelas, dan maksimal.

Terkait dengan penelitian ini, maka penulis menggunakan jenis penelitian korelasional kuantitatif, yaitu sebuah penelitian yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data, serta penampilan dari hasilnya yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel (Arikunto, 2006:270).

2. Teknik Penentuan Subjek Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian populasi, dimana seluruh populasi merupakan sample.

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang mencakup semua elemen dan unsur-unsur (Dhofir, 2000:36). Sedangkan sampel masih dalam buku yang sama, adalah sebagian subjek penelitian yang memiliki kemampuan mewakili seluruh data (populasi).

Dalam hal ini yang menjadi subjek penelitian adalah mahasiswa komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data adalah cara yang dipakai untuk mengumpulkan data dengan menggunakan metode-metode tertentu. Metode-metode yang akan digunakan dalam penelitian ini, antara lain :

a. Metode Angket

Angket adalah suatu teknik atau alat pengumpul data yang berbentuk pertanyaan-pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis pula (Sukmadinata, 2004:271). Metode ini digunakan untuk mencari dan menyaring data yang bersumber dari responden.

b. Metode Wawancara

Wawancara atau interview merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka, pertanyaan diberikan secara lisan dan jawabannyapun diterima secara lisan pula (Sukmadinata, 2004:222). Dengan metode ini peneliti dapat langsung mengetahui reaksi yang ada pada responden dalam waktu yang relatif singkat.

4. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan pengelolaan data dari data-data yang sudah terkumpul. Diharapkan dari pengelolaan data tersebut dapat diperoleh gambaran yang akurat dan konkrit dari subjek penelitian. Penulis juga menggunakan statistik guna membantu analisa data sebagai hasil dari penelitian ini.

Dalam penelitian ini yang menjadi Variabel X adalah Kekuatan Persuasi Media Massa, sedangkan Variabel Y adalah Fenomena Demam Menjadi Idola pada Mahasiswa UMM. Adapun rumus korelasi yang digunakan adalah Product Moment, dengan alasan karena penelitian ini terdiri dari dua variabel yang interval.

Rumus product momentnya adalah sebagai berikut :

∑xy

πxy = √(∑x²) (∑y²)

Keterangan :

πxy = Kofisien korelasi antara gejala X dan gejala Y

∑xy = Jumlah product X dan Y

∑x² = Jumlah gejala x kecil kuadrat

∑y² = Jumlah gejala y kecil kuadrat

Daftar Pustaka

Dhofir, Syarqowi, 2000. Pengantar Metodologi Riset Denagn Spektrum Islami, Prenduan: Iman Bela

Fisher, B. Aubrey, 1986. Teori-teori Komunikasi. Penyunting: Jalaluddin Rakhmat, Penerjemah: Soejono Trimo. Bandung: Remaja Rosdakarya.

http://forumm.wgaul.com/archive/index.php/t-30833.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Fenomena

http://id.wikipedia.org/wiki/Idol

Mulyana, Dedy, 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurudin, M.Si, 2009. Pengantar Komunikasi Massa, Jakarta: Rajawali Pers

Purwadarminto, W.J.S Winkel; 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka

Sukmadinata, Nana Syaodih; 2004. Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya

Wednesday, January 6, 2010

Gabung yuk. . .

Hai teman2 semua gabung yuk d www.asiabersama.com

buad kalian yang mahasiswa coba dech buad nambah uang saku dengan ikud gabung d www.asiabersama.com

untuk info selengkapnya buka aja yah d www.asiabersama.com

Wednesday, September 9, 2009

Indonesia VS Malaysia (Give Comment)

tolong la, gak usa ngomong kalo gak tau (copy paste ke teman2 lain biar gak ikut2an sok tau dan bikin panas antar negara)Share
Tues at 22:33
Berikut adalah yang saya copy paste dari teman:

----------------------------------------------------------------------
Jangan salah sangka dulu, saya sendiri orang indonesia. Saya malu sekaligus sedih dengan persengketaa orang-orang indonesia terhadap yang pikirannya agak dangkal, tapi orang indonesia harus tau ini. Orang indonesia telah dikenal sebagai orang yang aggresiv dan brutal ketika telah berbicara di forum, sering mengeluarkan kata-kata kasar yang merusak nama baik bangsa indonesia sendiri. Maling, anjing, f*ck atau apa pun.

Semuanya adalah kesalahpahaman
1. Tentang Pendet : COME ON! Jangan terlalu di bodoh2i media, Iklan itu dibuat discovery channel di singapura. Malaysia sama sekali tidak ikut campur dalam pembuatannya. TAPI MEDIA INDONESIA TERKESAN MENUTUP MATA atau mungkin memang udah tuli, masih saja terus2an bilang kalo itu iklan tourism malaysia. HELLO? yang seharusnya kita marah2i itu ya discovery channel. Jero wacik juga sama gobloknya pake nuntut permintaan maaf dari malaysia. SO IGNORANT! jangan lupa kalau tujuan media adalah mencari uang sebanyaknya! selagi beritanya hot mereka akan terus siarkan walaupun tidak benar!

2. Tentang Polisi Malaysia dan TKI : Baru2 ini keluar video penyiksaaan TKI, padahal video tsb telah dinyatakan tidak benar, orang yang disiksa adalah orang malaysia sendiri. Masyarakat malaysia memang tidak menyukai TKI apalagi yang illegal, namun mereka tetap menghormati masyarakat indonesia pada umumnya. Asal anda tau saja ada 3 JUTA TKI ILLEGAL DI MALAYSIA. Meraka berpakaian norak plus alay, dengan kebiasaan hidup yang ugal2ugalan. Tidak jarang mereka nyambi sbg PSK, penjual narkoba, MALING, RAMPOK, dan buat geng yang meresahkan. Sebagian besar penjara di malaysia di penuhi TKI! maka jangan salahkan kalo mereka bertindak tegas thd TKI ( ingat walaupun tindakan mereka sudah keras dan tegas masih tetap saja ada 3 JUTA TKI ILLEGAL di malaysia, apalagi kalo petugas malaysia bersikap lembek????

3. Tentang kekerasan Majikan thd TKI :tidak perlu dibesar2kan, karena ini seharusnya tidak menggangu hubungan kedua negara. COME ON HAL INI JUGA TERJADI DI INDONESIA SETIAP HARI atau mungkin tiap jam (tapi gak ke ekspose) kalo yg gak percaya silahkan nonton sinetron indonesia! ada banyak sinetron yang bertema ini menggambarkan hal tsb benar2 nyata di kehidupan kita

4. tentang reog dan kuda lumping : ADA 1 JUTA KETURUNAN JAWA DI MALAYSIA di luar TKI. Sebagian besar tinggal di johor. apa salah mereka mempraktekan kebudayaan mereka? ADA BUKTI KALO MALAYSIA MENGATAKAN BAHWA KEBUDAYAAN TSB BERASAL DARI NEGARA MEREKA? TIDAK ADA! lagi2 anda dibodohi MEDIA

5. ARTI KLAIM SEBENARNYA : klaim bukan berarti bahwa budaya tsb BERASAL dari negara si pengklaim. Tapi menunjukan bahwa budaya yg di klaim telah menjadi budaya negara. soal asal muasal budaya tsb tidak jadi soal!! UNESCO SENDIRI TELAH MENGATAKAN BAHWA 1 BUDAYA YANG SAMA DAPAT DI KLAIM OLEH LEBIH DARI 1 NEGARA. KARENA BUDAYA BUKAN MILIK NEGARA TAPI MILIK BANGSA. jadi tidak perlu marah kalo malaysia mengklaim rendang, sate atau kebudayaa melayu dan indonesia lainnya lainnya karena sebenranya kita juga bisa melakukannya!

6. tentang klaim budaya : ADALAH SALAH SATU HAL TERBODOH YANG PERNAH ADA. hal ini benar2 menunjukan bahwa orang indonesia sangat dangkal pikirannya dan gampang di pengaruhi media! orang di luar negeri sedang menertawakan keserakahan dan kebodohan kita!

7. Tentang batik dan wayang : Batik malaysia berasal dari terengganu dan motifnya sangat berbeda dari batik jawa. Wayang malaysia bukan berasal dari jawa tapi dari thailand. BTW thailand tidak pernah mempermasalahkan ini! mereka lebih matang dalam berpikir!

8. TTG rasa sayange : Lagu rasa sayang telah ada di malaysia sejak awal 1940an!! dan lagu ini telah menjadi lagu rakyat! lagipula rasa sayange adalah lagu anonim! tidak ada salahnya mereka memakai lagu itu! toh malaysia tidak mengklaim lagu tersebut! ADA BUKTI KALAU MALAYSAI MENGKLAIM? TIDAK ADA! lagi2 media membodohi anda!

9. Tentang sipadan dan ligitan : tanyakan saja kepada world court yang memenangkan malaysia! mereka mungkin sudah mengetahui kedangkalan kita!

10. Tentang ambalat : Saya yakin orang yang duduk di kantor pemerintahan sana sudah cukup berpengalaman dan pintar ttg masalah sengketa! biarlah masalah ini diselesaikan kedua pimpinan negara.

saya juga mau memberi tau sesuatu :
1. Tau tempura? ya makanan jepang. Tapi taukah anda tempura dibawa dan diperkenalkan oleh orang portugis? nama aslinya adalah tempora! tempura telah menjadi makanan jepang namun portugis tidak pernah mempersalahkannya! karena mereka tidak dangkal seperti kita! mereka tidak ada waktu untuk beteriak di jalan, berdemo spt orang gila, dan membakar bendera.

2. Tau sepak takraw? sepak takraw berasal dari thailand! nama aslinya adalah tuck-rouw! tapi thailand tidak pernah mempermasalahkan malaysia yang memasukkan sepak takraw kedalam iklan promosi wisata!

SO PLEASE INDONESIANS! PLEASE BE SMART, MATURE, dan SOPAN! tunjukan bahwa kita masyarakt beradap! jangan gampang di ombang ambing media!

FYI ada ratusan ribu masyarakat keturunan bugis, banjar, minang dan palembang dan 1 juta keturunan jawa! semua diluar TKI lo! jadi sangat lumrah adanya share budaya!

FYI presiden malaysia saat ini adalah keturunan bugis!

FYI, istilah 'melayu' atau 'malay' di malaysia mencakup semua suku yang austronesia (termasuk orang filipino,sumatera,dan jawa) yang beciri kulit sawo matang spt kita! jadi jangan aneh kalo reog di katakan menjadi salah satu kebudayaan melayu! jangan aneh juga kalo misalnya anda datang ke malaysia anda akan dianggap seorang malay (walaupun sebenarnya anda mungkin orang batak atw madura!)

pesan utk para nationalist yang idiot dan brutal : pelajari lagi kebudayaan ASEAN! carilah bukti-bukti bukan media! kalo jalan2 ke luar negeri jangan cuma nyari shopping atau disneyland aja dong, dateng juga ke cultural centre dan museum!

perkaya wawasan anda!
----------------------------------------------------------------------


maka itu, tolong jangan asal ngomong dan sok tau!
yang anda dengar itu berasal dari media, dan tau lah anda betapa kotornya media..

banyak orang malaysia yang melecehkan orang indonesia karena mereka juga sok tahu, padahal mereka yang melecehkan itu sama sekali tidak pernah mengetahui keadaan sebenarnya di indonesia..
(yang sudah lebih tahu tentang indonesia justru lebih respek kepada indonesia)
istilahnya, mereka yang asal ngomong terhadap indonesia kebanyakan adalah orang kampung!

kita juga, banyak ngamuk-ngamuk kepada orang malaysia karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di malaysia..
dan kebanyakan dari kita yang ngomong gitu adalah juga orang kampung..
bagaimana teman-teman yang tinggal di kota-kota besar dan yang termasuk berkecukupan dan berpendidikan??
apakah kepintaran anda sebatas orang kampung juga??

berfikirlah luas dan terbuka.. saya mungkin termasuk beruntung karena saya yang bersekolah di malaysia,, dapat membuka pandangan saya terhadap kedua negara..
perselisihan antar negara biasa lah,, amerika-kanada juga gitu, amerika-meksiko,
jepang-cina, iran-irak, afganistan-rusia, india-sri lanka, dll..


tolong jadi orang yang pintar, katanya indonesia rakyatnya sudah tidak bisa dibodoh-bodohi lagi!?
tapi apa?? kaum intelek (termasuk golongan kita, mahasiswa) pun bisa dibodoh-bodohi media.. bikin malu saja...!!




pikir dulu sebelum ngomong! gak usah sok tahu dan ikut berkoak-koak!


: : Tulisan d atas merupakan tulisan dari teman saya yg berada d Malaysia. Tolong teman2 kasihh commemnt tentang tulisan tersebut...

Indonesia Kampanyekan Tari Pendet ke Malaysia

(http://www. tempointeraktif. com/hg/seni/ 2009/09/03/ brk,20090903- 195953,id. html)

Kamis, 03 September 2009 | 05:57 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Promosi dagang dan wisata Indonesia di Malaysia bertajuk Matta Fair 2009, baru dibuka dua hari lagi. Namun, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya acara tahunan ini dimulai dengan acara pendahuluan.

Bertempat di Grand Baalroom Legend Hotel Kuala Lumpur, kemarin digelar acara pembuka yang dinamai Table Top dan Gala Dinner. Sebagai pengantar acara, selain diisi dengan buka puasa bersama dan sambutan oleh Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Da'i Bachtiar, acara ini ditampilkan suguhan tarian dari beberapa daerah di Indonesia.

Tari Pendet (tari selamat datang) asal Bali mengawali acara pagelaran itu. Gemuruh tepuk tangan sekitar 250 undangan membuat empat penari tampak sumringah memamerkan gerakan tangannya. Solah menunjukkan inilah tarian Pendet yang sesungguhnya kepada Malaysia, yang akhir-akhirnya ini diberitakan mengklaim seni budaya asal Indonesia tersebut.

Selain tarian asal bali, ditampilkan juga tarian khas Jakarta dan Sumatera Barat. Kian banyak seni tari yang disuguhkan, makin membuat kagum undangan khususnya warga Malaysia. Dalam sambutannya, Da'i Bachtiar mengundang wisatawan asal Malaysia untuk menikmati keindahan dan kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Direktur Promosi Internasional Departemen Kebudayaa dan Pariwisata I Gde Pitana menjelaskan, isu memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia tidak berpengaruh pada kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Indonesia. "Memang ada riak-riak kecil berupa aksi unjuk rasa. Namun, mayoritas penduduk Indonesia mengundang kedatangan wisatawan mancanegara, termasuk dari Malaysia," ujar dia.

Dari data Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menunjukkan, jumlah kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia, tiap tahun meningkat. Perbandingan Juli 2008 dengan Juli 2009 meningkat 14,84 persen. "Bulan Juli 2008 julah wisatawan Malaysia sebanyak 391.953 orang, sedangkan di bulan yang sama tahun ini mencapai 450, 134 orang" papar Pitana. Dalam Matta Fair 2009 ini, akan diramaikan 78 pengusaha yang menjadi delegasi Indonesia.

Tuesday, June 16, 2009

Akhirnya Ujian lisan KAP slese juga. . .

Tuesday, June 16th 2009

Huah huah akhirnya ujian lisan KAP slese juga. . . Walaupun cuma bisa jawab 2 dari 3 soal, tapi gpp lah yg penting dah ada usahanya. . . Ga' sia-sia blajarr smaleman (tapi bo'ong, padahal liadd inayah) sambil ngresume ulang kisi-kisi dari dosennya. . .

Tapi yang haze herankan si dosen (Pak Masmuh, sudah haji loh) di fotocopyan kisi-kisi ujian gag ada bab Persepsi, Sensasi dan temannya apalah ituh... Tapi kata anag2 ada yang dicatetin ma bpknya (maklum haze malez nyatet). Jadiinya tadi pas dapet pertanyaan tentang persepsi gag tau dech,, ilang atu nilainya... huft... Tapi lumayanlah bisa jawab 2 gag ngulang...

Sieb sieb sieb UASnya dah ilang 2 (KAP ma ESP speaking). . . Tinggal sisanya ajah yang dosennya minta UAS,, yang gag minta UAS yah makasiihh yah bpk/ibu... TAPI tugas pengganti buad UASnya koq ngabisiinn buanyaakk duwiidd sech. . . . . twenk wenk wenk. . .

Bah tapi tetep semangatlah!!

Always be patient, positive and happy!!!

I'lll do my best!!

dah dulu ahh,, eh bentar2 kalo misal ada yang tersinggung di tulisan haze nech jgn marah yahh...
haze cuma ngutarain my heart ajah... jangan sampe kyk ibu Prita (Naudzubillah...)

Wednesday, June 10, 2009

Goes to Malang Square



Briwoo,, Ganjarr,, Hamidaaahh,, Haze




Don't try kyk mreka yahh temand2...




Nggandooolll buuukkk...




wuihhh Masjid Agungg Malang. . .




Masjid lagee nech. . .




Dah dah hamidaaaaaahhh. . .

Monday, June 8, 2009

Public Speaking

dalam public speaking, ada 3 hal yang paling penting

  1. Keinginan ( dare to dream )
  2. Ketekunan ( dare to action )
  3. Persiapan ( dare to prepare )

Tujuan Persentasi :

  • Menginformasikan
  • Meyakinkan
  • Menghibur
  • Menyentuh Emosi
  • Memotivasi

Struktur Persentasi

  • Pendahuluan
  • Isi
  • Kesimpulan

Pendahuluan

  1. Langkah pertama, kuasai audiens
  2. Mulailah dengan salam lalu takrik audiens dengan Cerita, Kutipan, Pernyataan, Pertanyaan

Isi

  1. Harus Cukup mencakup semua yang dibutukan audiens tapi jangan terlalu panjang. Gunakan Formula E-N-D
  • Essential (Biasa) - hanya berbicara biasa saja
  • Nessecary (Sedang) - Terdapat bagian-bagian untuk mengalihkan perhatian
  • Desireable (Kompleks) - Berbicara dengan mengadakan banyak acara seperti misalnya ada kuis-kuis dll.

Kalau takut lupa buatlah trigger card (T-card) atau catatan kecil

  • Kertas kecil
  • kata kunci
  • mudah dibaca

Kesimpulan :

Rangkum semua poin pembicaraan lalu tutup seperti pendahuluan :

  1. cerita
  2. kutipan
  3. pertanyaan
  4. pernyataan
  5. salam

Posted in Public Relations.

by kuliahkomunikasi.com

Sunday, May 31, 2009

Profesi, Profesional dan profesionalisme Posted by newsrelease

Secara singkat kita bisa memahami profesi sebagai suatu pekerjaan, professional adalah pelakunya dan profesionalisme adalah suatu sikap atau idealisme.


Profesi berasal dari kata professues (latin) yang berarti “ suatu kegiatan atau pekerjaan yang semula dihubungkan dengan sumpah dan janji�. seseorang yang memiliki profesi berarti memiliki ikatan batin dengan pelanggaran sumpah jabatan yang dianggap telah menodai kesucian profesi tersebut. Masyarakat kita mengartikan profesi sebagai suatu keterampilan atau keahlian khusus yang di miliki seseorang sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama yang diperolehnya lewat jalur pendidikan atau pengalaman, dan dilaksanakan secara terus menerus, serius, yang merupakan sumber utama bagi nafkah hidupnya.

Namun tidak semua pekerjaan bisa disebut sebagai suatu profesi. Apabila suatu pekerjaan diakui sebagai suatu profesi, maka praktisi yang menggeluti profesi tersebut bisa disebut sebagai profesional. Tentu saja setelah dia mampu memenuhi standart-standart kualitas seorang professional. Profesional adalah memiliki kemampuan teknis dan operasional yang diterapkan secara optimum dalam batas-batas etika profesi, dan dikatakan sebagai seorang professional adalah A Person Who Does Something With Great

Sikap dan kemampuan seorang professional bisa disebut sebagai profesionalisme, yakni mampu bekerja atau bertindak melalui pertimbangan yang matang dan benar dalam memberikan pelayanan tertentu berdasarkan klasisfikasi pendidikan dan pelatihan serta memiliki pengetahuan memadai dan dapat membedakan secara etis mana yang dapat dilakukan dan mana yang tidak dapat dilakukan sesuai dengan pedoman kode etik profesi (Ruslan, 2002: 49) Menjadi profesional, harus memiliki ciri-ciri khusus tertentu, antara lain:

  1. Memiliki Skill atau kemampuan yang tidak dipunyai oleh orang
    umum lainnya, apakah itu diperoleh dari hasil pendidikan atau
    pelatihan yang diperolehnya dan ditambah dengan pengalaman
    selama vbertahun-tahun yang telah duitempuhnya secara
    profesioanl.

  2. Memiliki tanggung jawab profesi dan integritas pribadi.

  3. Memiliki jiwa pengabdian pada publik atau masyarakat dan
    dengan penuh dedikasi.

  4. Menjadi salah satu anggota profesi akan sangat membantu.

Karakteristik atau ciri-ciri profesi.

Siebert dkk dalam Dahlan (1999) berpendapat bahwasannya suatu bidang disebut sebagai profesi apabila;

(1) memiliki body of knowledge,

(2) memiliki kode etik profesi,

(3) adanya kontrol akses yang tertutup bagi orang yang ingin

memasukinya.

Body of Knowledge atau badan pengetahuan bisa ditunjukkan dengan terumuskannya suatu model kerja ataupun model kerangka berpikir sebuah bidang. Body of knowledge juga bisa dilihat dari adanya suatu filsafat/falsafah, misi dan tujuan bidang tersebut secara jelas. Sedangkan Kode Etik adalah suatu perangkat pedoman tingkah laku yang mengikat semua anggota profesi. Kode Etik ini lazimnya disusun dan dikeluarkan oleh sebuah organisasi profesi. Terakhir, kontrol akses yang tertutup adalah adanya upaya yang dilakukan oleh (utamanya) organisasi profesi untuk menyelekasi dan atau memberi kriteria bagi orang yang ingin menjadi professional. Seleksi tersebut bisa berupa serangkaina test administrative, test pengetahuan dan skill. Pengukuhan oleh sebuah organisasi profesi juga bisa dikatagorikan sebagai kontrol.

Tugas Public Relation Posted by newsrelease

  • Sensor perubahan sosial. Para PR professional mencermati goncangan/gerakan yang terjadi di masyarakat yang dapat berakibat buruk ataupun baik untuk perusahaan, dan membantu manajemen bersiap-siap menghadapi semua kemungkinan yang disebabkan oleh goncangan/gerakan tersebut.

  • Hati nurani perusahaan.Henry David Thoreau menulis: “Cukup sudah mengatakan bahwa perusahaan tidak mempunyai hati nurani; tetapi sebuah perusahaan yang terdiri dari orang-orang yang berhati nurani adalah sebuah perusahaan dengan hati nurani.” Ucapan tadi adalah kata-kata yang kuat, kata-kata yang para PR professional harus terus ingat. Hati nurani adalah kualitas dasar dalam pekerjaan seorang PR.

  • Komunikator. Banyak orang beranggapan bahwa komunikasi adalah peran utama public relations. Hal ini sangat mungkin dikarenakan mereka (PR professional) menghabiskan banyak waktu mengasah kemampuan komunikasi mereka dan menghabiskan hanya sedikit waktu mempertajam penilaian sosialnya. Komunikasi bukanlah tugas utama PR tetapi adalah salah satu dari empat tugas penting.
  • Monitor Perusahaan.Fungsi ini untuk memastikan bahwa kebijaksanaan dan program perusahaan sesuai dengan ekspektasi publik perusahaan. Semangat sebagai perantara (antara perusahaan dan publiknya) seharusnya tercermin di pekerjaan seorang PR. Dan hal inilah yang menjadi alasan terbaik mengapa sebaiknya seorang karyawan PR senior untuk melapor kepada tingkat manajemen tertinggi.

Source:
PR Reporter, “Tips and tactics”, 23 March 1987 (taken from Johnston, J. & Zawawi, C. (eds.) 2004, Public relations: theory and practice, 2nd. ed., Allen&Unwin, New South Wales, Australia, pp. 5-6).

Friday, May 29, 2009

Goes to Thailand. . .






Lagee Nungguuuu Traveelll nechhh. . .




Jepreeeettt Zeee. . .




Niken sesii Pemotretaannn. . .




Jepreetttt Lageee like Profesional. . .




Togetherrrrrr. . .




Jepreeettt once agaiiinn. . .




Ganjaarr ma Hazee




Ganjarr,, Hazee,, Ma agy...




Huft Bauuuu Duphaa...




Amitabhaaaaa chan. . .










With Dewi Kwan Im. . .




Agy Pose. . .




Ganjar Pose. . .